Artificial Intelligence, teknologi yang menjadi kawan atau lawan?



Original Source Here

Artificial Intelligence, teknologi yang menjadi kawan atau lawan?

Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) atau biasa disebut kecerdasan buatan adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Artificial Intelligence juga menjadi penggerak revolusi industri 4.0 yang memudahkan banyak sektor di dunia ini. Pada sektor IT Internet of Things (IoT) dan big data beberapa contoh yang sudah mengimplementasikan AI. Teknologi yang sudah banyak diadopsi pada masa sekarang ini mampu menghubungkan setiap perangkat, seseorang dapat mengotomatisasi semua perangkat tanpa harus berada di lokasi.

AI sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa dapat terus meningkat menjadi lebih baik lagi. Poin penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Hal yang cukup menarik dari AI adalah ia diprogram untuk terus belajar dan membenahi diri sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya. Tidak penting berapa banyak kesalahan semua yang dilakukan oleh AI, AI akan terus memperbaiki kesalahannya sampai semua yang dilakukannya sempurna.

AI sendiri memiliki karakteristik yang dapat merasionalisasi dan mengambil tindakan dengan peluang terbaik untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi dibalik itu semua kecerdasan buatan ataupun AI pasti memilik dampak positif maupun negatif yang dapat berpengaruh pada kehidupan saat ini.

Tetapi sebelum itu mari kita mengenal lebih jauh tentang kecerdasan buatan dimulai dari kategori AI tersebut. AI dapat dikategorikan menjadi dua bagian yang pertama Strong AI dan Weak AI. dari kategorinya pun kita dapat melihat bahwa terdapat AI yang kuat dan AI yang lemah, dimana AI yang kuat memiliki kompleksitas yang lebih rumit dibanding AI yang lemah, contoh dari AI yang lemah adalah Asisten Virtual seperti Amazon Alexa dan Apple Siri. Sedangkan AI yang kuat contohnya adalah Sophia robot pertama yang mendapatkan kewarganegaraan yaitu kewarganegaraan arab saudi pada oktober 2017 silam.

Sejarah Perkembangan Artificial Intelligence

Pembahasan sejarah AI tak bisa dilepaskan dari sosok John McCarthy. Ia disebut-sebut sebagai “Bapak AI”, walaupun eksperimen sejenis telah ada sejak komputer diciptakan. McCarthy mendapatkan gelar sarjana matematika dari California Institute of Technology (Caltech) pada September 1948. Dari masa kuliahnya itulah ia mulai mengembangkan ketertarikannya pada mesin yang dapat menirukan cara berpikir manusia. McCarthy kemudian melanjutkan pendidikan ke program doktoral di Princeton University.

Sedari sekolah, ia memang dikenal memiliki kepintaran diatas rata-rata. Berdasarkan ulasan dari situs The Guardian , diketahui bahwa saat remaja McCarthy bahkan bisa menguasai pelajaran kalkulus tanpa bimbingan dari guru.

McCarthy kemudian mendirikan dua lembaga penelitian kecerdasan buatan. Kedua lembaga AI itu adalah Stanford Artificial Intelligence Laboratory dan MIT Artificial Inteligence Laboratory. McCarthy juga merupakan dosen di kedua universitas ternama tingkat internasional tersebut.

Di lembaga-lembaga inilah bermunculan inovasi pengembangan AI yang meliputi bidang human skill, vision, listening, reasoning dan movement of limbs. Bahkan Salah satu lembaga yang didirikan itu, Stanford Artificial Intelligence pernah mendapat bantuan dana dari Pentagon untuk membuat teknologi-teknologi luar angkasa.

Jenis – Jenis AI

Menurut Arend Hintze selaku asisten profesor biologi integratif dan ilmu komputer dan teknik di Michigan State University, mengkategorikan AI menjadi 4 jenis, dari jenis sistem AI yang ada saat ini hingga sistem yang hidup, yang belum ada. Kategorinya adalah sebagai berikut:

Jenis Pertama : Mesin reaktif. Contohnya, Deep Blue, program catur IBM yang mengalahkan Garry Kasparov pada 1990-an. Deep Blue dapat mengidentifikasi bagian-bagian di papan catur dan membuat prediksi, tetapi ia tidak memiliki ingatan dan tidak dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk memberi tahu langkah berikutnya. Ini menganalisis kemungkinan langkah lawan dan dirinya sendiri serta memilih langkah paling strategis. Deep Blue dan GoogleGOGO dirancang untuk tujuan yang sempit dan tidak dapat dengan mudah diterapkan pada situasi lain.

Jenis Kedua : Memori terbatas. Sistem AI ini dapat menggunakan pengalaman masa lalu untuk menginformasikan keputusan masa depan. Beberapa fungsi pengambilan keputusan dalam mobil self-driving dirancang dengan cara ini. Pengamatan menginformasikan tindakan yang terjadi di masa depan yang tidak terlalu jauh, seperti jalur penggantian mobil. Pengamatan ini tidak disimpan secara permanen.

Jenis Ketiga : Teori pikiran. Istilah psikologi ini mengacu pada pengertian bahwa orang lain memiliki keyakinan, keinginan sendiri dan niat yang memengaruhi keputusan yang mereka buat. AI jenis ini belum ada sampai saat ini.

Jenis Keempat : Kesadaran diri. Dalam kategori ini, sistem AI memiliki rasa diri, memiliki kesadaran. Mesin dengan kesadaran diri memahami keadaan mereka saat ini dan dapat menggunakan informasi untuk menyimpulkan apa yang orang lain rasakan. AI jenis ini belum ada sampai saat ini.

Alasan Artificial Intelligence Sangat Penting

Kehadiran AI diakui mampu memberikan banyak manfaat dalam berbagai bidang. AI tidak hanya mampu memudahkan kerja manusia, tetap juga mampu menyelesaikan pekerjaan yang banyak dan berulang dengan waktu yang ringkas.

Berikut alasan pentingnya Artificial Intellegence:

AI Dapat Menganalisis Data Lebih Banyak Dan Lebih Dalam

Otak manusia memang suatu pusat sensor yang bisa memproses banyak data dan informasi. Tapi sayangnya otak manusia memilki keterbatasan dalam mengolah dan menganalisis data secara mendalam dan kompleks mungkin karena otak kita tidak memakai kemampuannya sampai 100% yaa. Otak manusia membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa mencapai suatu solusi dan penemuan baru. Hal ini berbeda dengan sistem AI.

AI mampu bekerja dengan cepat dan berulang sesuai instruksi yang sudah diprogramkan, dan dalam waktu singkat bisa menyajikan solusi dan pemecahan masalah yang bagi otak manusia membutuhkan waktu yang lama.

AI Selalu Mencari Tingkat Akurasi Yang Tertinggi

Berbeda dengan manusia, yang seringkali melakukan kesalahan dan kecerobohan, AI bisa melakukan suatu tugas dengan lebih detail dan akurat. Sehingga kemungkinan error dan salah sangat minim terjadi. Hal inilah yang dibutuhkan untuk suatu pekerjaan yang sifatnya repetitif dan berulang.

Dengan tingkat keauratan yang lebih konsisten AI dapat digunakan untuk proses penilaian hasil belajar, manajemen keuangan sekolah, Sistem penerimaan murid baru, dan pekerjaan lainnya yang membutuhkan tingkat akurasi tinggi.

AI Dapat Mengoptimalkan Semua Data Dan Informasi Yang Dimiliki

Sistem otak manusia ketika banyak informasi yang ditampung dan diproses lambat laun akan mengalami kelelahan dan kebuntuan. Sehingga itu informasi dan pengetahuan yang sudah dipahami dan diingat terkadang malah hilang dan lupa.

Berbeda dengan sistem AI yang akan selalu bekerja dan memproses data yang sudah diprogramkan dengan lebih banyak dan lama. Jadi hasil proses data akan selalu tersimpan dan menjadi sumber informasi baru yang bisa digunakan kapanpun.

AI Memiliki Kemampuan Selalu Belajar Dari Kesalahan

Sesuai dengan fungsinya AI memang dirancang untuk bisa mengajarkan dirinya sendiri. AI akan terus belajar sesuai instruksi algoritma yang diatur. AI akan selalu beradaptasi dan belajar sesuai dengan data baru yang ditambahkan.

Misalnya dalam sistem personalisasi pembelajaran, AI akan selalu belajar dari riwayat aktivitas yang sudah dilakukan murid dan selanjutnya akan memberikan solusi pembelajaran kepada murid dan menyajikan informasi yang dibutuhkan secara otomatis.

Dampak Positif dan Dampak Negatif Kecerdasan Buatan

Dampak Positif dari Kecerdasan Buatan ialah :

1. Bisa menyimpan data yang tidak terbatas. Hal ini memungkinkan Anda bisa menjalankan suatu program yang kompleks dengan lebih baik dan aman. Misalnya manajemen database sekolah, dsb.

2. Memiliki ketepatan dan keakuratan dalam mengerjakan tugasnya. karena sudah diprogramkan, maka AI dapat bekerja dengan lebih akurat dibandingkan dengan kecerdasan alami.

3. Menggantikan tugas manusia yang berulang-ulang dan bersifat rutinitas, misalnya dalam pembelajaran seperti proses koreksi dan penilaian hasil belajar siswa.

4. Bisa digunakan kapan saja dan dalam jangka waktu yang panjang. Berbeda dengan manusia yang bisa lelah, AI bisa menjalankan pekerjaan sesuai instruksi dalam jangka waktu yang lama.

5. Mudah digandakan dan disebarluaskan. Karena bersifat digital, segala informasi yang diproses dan disajikan AI bisa digandakan serta disebarkan dengan lebih mudah, cepat, juga praktis.

6. Lebih Murah, dibandingkan harus mendatangkan ahli yang memiliki keterbatasan dalam waktu dan kompleksitas pekerjaan.

7. Bisa mengerjakan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih baik. Terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan pengulangan.

Dampak Negatif dari Kecerdasan Buatan ialah :

1. Membuat Manusia Menjadi Lebih Malas. Hal ini terjadi karena sebagaian besar aktivitas sudah dikerjakan secara otomatis oleh AI.

2. Menghilangkan Pekerjaan Manusia. Ketika Ai digunakan untuk urusan adminstrasi di sekolah, tidak menutup kemungkinan akan menghilangkan peran tata usaha di sekolah.

3. Tidak Memiliki Common Sense. AI memang mampu belajar dan bekerja sendiri layaknya manusia. Hanya saja AI tidak dapat memahami tujuan dari informasi itu dibuat. Karena pemahaman menyeluruh hanya bisa dimiliki manusia.

4. Bekerja Sesuai Instruksi. AI akan bekerja sesuai pengaturan program yang dibuat. Sehingga AI akan bekerja sesuai data dan instruksi yang sudah dimasukkan untuk tugas-tugas spesifik, AI tidak bisa berfungsi menjalankan tugas lain diluar dari yang diprogramkan.

5. AI Masih Kalah untuk pemrosesan informasi yang bersifat vertikal dan membutuhkan sense yang kompleks. AI sampai saat ini hanya mampu bekerja secara pararel untuk tugas-tugas yang sifatnya rutinitas/ berulang-ulang. Sekalipun dapat belajar sendiri, tetapi AI akan bekerja secara spesifik sesuai input dan data yang diprogramkan. Misalnya AI yang berfungsi mengoreksi hasil belajar siswa tidak bisa berfungsi untuk menjalankan fungsi lain seperti mencari materi dan sumber belajar.

6. Risiko Tinggi Dibobol. AI memiliki data dan informasi yang tersimpan secara digital dan online. Hal ini membuat informasi penting sangat mungkin diretas oleh orang-orang lain yang tidak bertanggung jawab dan merugikan pihak Anda.

7. Pasti Akan Rusak. Segala sesuatu yang dibuat manusia, terutama teknologi dan mesin suatu saat pasti akan rusak. Begitupun dengan sistem AI, besar kemungkinan akan mengalami gangguan atau kerusakan yang dapat menghilangkan data dan informasi penting Anda. Sehingga selalu pastikan data dan informasi penting dibuat duplikatnya.

Penerapan Artificial Intelligence

Pada masa sekarang AI sudah banyak sekali di implementasikan disegala hal mulai dari pendidikan, otomotif seperti AI yang diimplementasikan pada Tesla dan pada Perangkat Keras Komputer yaitu GPU. GPU Nvidia pada seri RTX dimulai dari RTX 2000 series sampai 3000 series yang terbaru. Pada kartu grafis tersebut nvidia memiliki :

Streaming Multiprocessor Unit: Prosesor grafis yang utama di Turing untuk sebagian besar kalkulasi grafis, NVIDIA mengatakan arsitektur Turing akan memberikan performa rasterization yang lebih baik dibanding Pascal.

Tensor Core: Unit untuk mengakselerasi kalkulasi AI seperti deep learning dan inferencing. Unit ini pertamakali ditemukan pada arsitektur Volta.

RT Core: NVIDIA menyebutnya sebagai ‘dedicated ray-tracing processor‘ untuk mengakselerasi kalkulasi Ray Tracing.

Dimana implementasi AI terdapat pada Tensor Core yang tertanam di dalam kartu grafis nvidia, dimana Tensor Core sendiri merupakan suatu unit pada GPU yang digunakan untuk melakukan komputasi matrix 4×4 . Perkalian matrix sering kali digunakan salah satunya pada komputasi Deep Learning dimana terdapat operasi komputasi matrix misalkan dalam sebuah CNN (Convolution Neural Network). Berkat Tensor Core ini, Kartu grafis nvidia GeForce RTX menerapkan algoritma canggih untuk menghilangkan noise gambar, meminimalisir noise suara, meningkatkan resolusi gambar dari game yang di upscaling dengan performa dan fps yang stabil dan menawarkan tingkat kualitas grafis yang belum pernah terjadi sebelumnya, sangat mirip dengan apa yang akan diperoleh dengan penggunaan raytracing yang jauh lebih intensif.

10118262 – Rizaldi Naufal Ghiffari

Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

Referensi :

“Apa Itu Kecerdasan Buatan? Berikut Pengertian dan Contohnya,” Dicoding Blog, 21-Jul-2020. [Online]. Available: https://www.dicoding.com/blog/kecerdasan-buatan-adalah/. [Accessed: 07-Jun-2021]

AuthorAlva “Lucky_n00b” JonathanReading time: Graphics CardNews August 22, A. A. “L. J. R. time: A. A. “L. Jonathan, A. “L. Jonathan, G. C. N. A. 22, and Readmode, “Lebih Dekat Dengan GeForce RTX ‘Turing’ • Jagat Review,” Jagat Review, 23-Oct-2018. [Online]. Available: https://www.jagatreview.com/2018/08/lebih-dekat-dengan-geforce-rtx-turing/. [Accessed: 07-Jun-2021]

B. Farras, “Mengenal Artificial Intelligence dan Cara Kerjanya,” tech, 13-May-2019. [Online]. Available: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190513130056-37-72069/mengenal-artificial-intelligence-dan-cara-kerjanya. [Accessed: 07-Jun-2021]

M. G. -, By, -, Michael Griffithhttps://hwbot.org/user/fartboy/Author & Reviewer at Hexatekno.com, M. Griffith, and A. & R. at Hexatekno.com, “Palit RTX 2080 Revisited, Tensor Cores? Fitur atau Gimmick?,” HexaTekno, 22-Oct-2018. [Online]. Available: https://hexatekno.com/2018/10/palit-rtx-2080-2nd-review-tensor-cores-fitur-atau-gimmick/. [Accessed: 07-Jun-2021]

R. Yogaswara, “Artificial Intelligence Sebagai Penggerak Industri 4.0 dan Tantangannya Bagi Sektor Pemerintah dan Swasta,” Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi, vol. 10, no. 1, p. 68, 2019.

AI/ML

Trending AI/ML Article Identified & Digested via Granola by Ramsey Elbasheer; a Machine-Driven RSS Bot

%d bloggers like this: